Rabu, 10 April 2013



BAB I
PENDAHULUAN

Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban (Depdikbud:1975). Angket adalah suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertuli syang harus dijawab secara tertulis juga (WS. Winkel, 1987). Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data (I. Djumhur, 1985). Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak memerlukan kedatangan langsung dari sumber data (Dewa Ketut Sukardi, 1983). Kuesioner adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang/anak yang ingin diselidiki atau responden (Bimo Walgito, 1987). Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan kepada subyek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga.
Angket atau kuesioner merupakan salah satu intrumen pengumpul data dengan teknik non-tes. Dengan menggunakan metode angket atau kuesioner, jalannya sebuah penelitian akan menjadi semakin praktis, efektif, dan lebih mudah di mana dari sisi ekonomi, waktu, dan jangkauan responden penelitian yang lebih baik dari pada instrumen yang lainnnya. Maka dari itu penulis akan memaparkan berbagai hal mengenai instrumen angket atau kuesioner sebagai salah satu alternatif untuk melakukan penelitian.




BAB II
PEMBAHASAN

A.        Definisi Angket
Menurut Nazir, kuesioner atau daftar pertanyaan adalah sebuat set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian, dan tiap pertanyaan mengindikasikan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Daftar pertanyaan tersebut dibuat cukup terperinci dan lengkap.
Menurut Suharsimi Arikunto, kuesioner/angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Dengan demikian angket atau kuesioner adalah daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti di mana tiap pertanyaannya berkaitan dengan masalah penelitian. Angket tersebut pada akhirnya diberikan kepada responden untuk dimintakan jawaban.
Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberikan tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.
Pengambilan data melalui metode angket dapat dilakukan secara:
a.         Pertanyaan langsung vs pertanyaan tidak langsung
Perbedaan mendasar antara pertanyaan langsung dan pertanyaan tidak langsung ialah terletak pada tingkat kejelasan suatu pertanyaan dalam mengungkap informasi khusus dari responden. Pertanyaan langsung menanyakan informasi khusus secara langsung dengan tanpa basa-basi (directly), dimana jawaban diperoleh dari sumber pertama tanpa menggunakan perantara. Pertanyaan tidak langsung menanyakan informasi khusus secara tidak langsung (indirectly), di mana jawaban angket itu diperoleh dengan melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber pertama.
Contoh :
Pertanyaan Langsung:            Apakah Saudara mengenal tersangka pembunuhan?
Pertanyaan Tidak Langsung:   Bagaimana pendapat saudara terhadap pembunuhan yang dilakukan oleh Budi?
b.         Pertanyaan khusus v.s pertanyaan umum
Pertanyaan khusus menanyakan hal-hal yang khusus yang dibutuhkan oleh penulis. Sedangkan pertanyaan umum biasanya menanyakan informasi mengenai identitas dari koresponden. Lebih baik pertanyaan dimulai dari umum ke khusus.
Contoh pertanyaan :
Pertanyaan Khusus:                 Apakah saudara mengenal sistem Kanban?
Pertanyaan Umum:                 Berapa umur anda?
c.         Pertanyaan tentang fakta v.s pertanyaan tentang opini
Pertanyaan tentang fakta yang menghendaki jawaban dari responden berupa fakta; sedang pertanyaan tentang opini menghendaki jawaban yang bersifat opini. Pada praktiknya dikarenakan responden mungkin mempunyai memori yang tidak kuat ataupun dengan sadar yang bersangkutan ingin menciptakan kesan yang khusus, maka Pertanyaan tentang fakta belum tentu sepenuhnya menghasilkan jawaban yang bersifat faktual. Demikian halnya dengan pertanyaan yang menanyakan opini belum tentu sepenuhnya menghasilkan jawaban yang mengekspresikan opini yang jujur. Hal ini terjadi karena responden mendistorsi opininya didasarkan pada adanya “tekanan sosial” untuk menyesuaikan diri dengan keinginan sosial dan lingkungannya.
Contoh:
Pertanyaan Tentang Fakta:     Majalah apa yang anda sukai?
Pertanyaan Tentang Opini:     Mengapa saudara menyukai majalah Aneka?
d.         Pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya v.s. pertanyaan dalam bentuk kalimat pernyataan
Pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya memberikan pertanyaan langsung kepada responden di mana jawaban yang diperoleh dapat beraneka ragam. Sedangkan pertanyaan dalam bentuk kalimat pernyataan menyediakan jawaban persetujuannya.


Contoh:
Pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya: Apakah saudara setuju dengan pemilihan rector secara langsung?
Pertanyaan dalam bentuk kalimat pernyataan: Pemilihan rector secara langsung akan dilaksanakan.
Jawabannya: a. setuju b. tidak setuju. 
B.        Jenis-jenis Angket
Angket dapat dibedakan menjadi:
1.         Angket terbuka yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Angket terbuka dipergunakan apabila peneliti belum dapat memperkirakan atau menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden.
2.         Angket tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda centang (√) pada kolom atau tempat yang sesuai.
3.                     Angket campuran yaitu gabungan antara angket terbuka dengan angket tertutup.
4.         Angket langsung yaitu apabila angket tersebut diberikan kepada responden yang merupakan objek yang penelitian yang sesungguhnya.
5.         Angket tidak langsung yaitu apabila angket diberikan kepada responden tetapi responden tersebut memberikan panilaian atas  objek penelitian yang ada pada orang lain.

C.        Pedoman Penyusunan Angket

Pedoman dalam menyusun angket adalah sebagai berikut:
1.         Tujuan Pokok Pembuatan Angket
a.         Memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian
b.         Memperoleh data dengan reliabilitas dan validitas setinggi mungkin
2.         Sumber Penyusunan Angket
a.         Kerangka konseptual (variabel)
b.         Tujuan penelitian
c.         Hipotesa
3.         Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket
a.         Apakah pertanyaan yang diajukan relevan dengan tujuan dan hipotesa penelitian
b.         Bagaimana cara tabulasi untuk tiap pertanyaan
c.         Mempelajari angket yang sudah ada
d.         Konsultasi dengan ahli yang pernah meneliti hal yang sama
4.         Isi Pertanyaan dalam angket
a.         Pertanyaan tentang fakta misal : umur, jenis kelamin, agama,
pendidikan dan sebagainya.
b.         Pertanyaan tentang pendapat, tanggapan dan sikap, misal : sikap
responden terhadap sesuatu hal.
5.         Jenis Pertanyaan dalam angket.
a.         Pertanyaan tertutup
Jawaban pertanyaan sudah disediakan oleh peneliti. Keuntungan memudahkan dalam proses tabulasi, sedang kelemahannya kurang dapat memperoleh data yang mendalam dan bervariasi.
b.         Pertanyaan terbuka
Jawaban pertanyaan tidak ditentukan terlebih dahulu, responden bebas memberi jawaban. Keuntungannya dapat menangkap informasi lebih luas. Sedang kelemahannya adalah kesulitan dalam proses tabulasi.
c.         Pertanyaan kombinasi tertutup dan terbuka
Jawaban pertanyaan sudah disediakan, tetapi diikuti oleh pertanyaan terbuka
d.         Pertanyaan semi terbuka
Jawaban pertanyaan sudah disediakan oleh peneliti, namun diberi kemungkinan tambahan jawaban.
6.         Petunjuk Membuat Pertanyaan
a.         Gunakan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh
responden.
b.         Usahakan pertanyaan yang jelas dan khusus
c.         Hindarkan pertanyaan yang mempunyai lebih dari satu pengertian
d.         Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti
e.         Pertanyaan harus berlaku bagi semua responden
7.         Uji Coba Angket
Keuntungan jika melakukan uji coba angket
a.         Pertanyaan yang dianggap tidak relevan bisa dihilangkan
b.         Bisa diketahui apakah tiap pertanyaan dapat dimengerti dengan
baik oleh responden
c.         Apakah urutan pertanyaan perlu dirubah
d.         Bisa diketahui reaksi responden terhadap pertanyaan sensitif, sehingga perlu dirubah atau tidak
e.         Lama pengisian angket.
D.      Tahap-tahap Membuat Angket
            Pada dasarnya, saat seorang peneliti ingin membuat atau mengembangkan sebuah angket penelitian, maka kegiatannya dapat dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu:
1.       Menentukan pertanyaan
            Kegiatan pertama adalah menentukan pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada responden. Tahap ini sebenarnya merupakan tahap yang amat penting dalam pembuatan angket. Pertanyaan yang akan diajukan sangat erat kaitannya dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai,atau data apa yang ingin digali dari responden. Tahap ini melibat proses berpikir kreatif seorang peneliti dikombinasi dengan memperbanyak membaca literatur untuk memuncul ide-ide yang selaras dengan tujuan penelitian. Misalnya saja, ketika seorang peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang membuat sebuah media pembelajaran presentasi power point menarik/tidak menarik bagi siswa, maka guru yang banyak membaca tentang bagaimana presentasi yang baik dibuat akan dapat menentukan pertanyaan yang tepat menuju tujuan penelitian. Misalnya:
a.          Apakah presentasi power point yang disajikan guru tadi mempunyai desain yang menarik?
b.         Apakah presentasi power point yang disajikan guru tadi dapat terbaca dengan mudah dari tempat dudukmu?
c.          Apakah ada komponen presentasi power point, misal gambar atau animasi yang mengganggumu dalam menangkap pesan pembelajaran?
d.         Dst.
            Perlu diperhatikan apakah pertanyaan yang telah dipilih untuk diajukan dalam angket kata-katanya sudah tepat (dipilih dengan seksama) agar tidak menimbulkan kesalahan penafsiran oleh responden, atau meragukan, atau bermakna ganda. Jika pertanyaan diberikan dengan pilihan kata yang tidak tepat, bisa jadi data yang akan diperoleh akan sesuai.
2.         Menentukan jenis pertanyaan
               Kegiatan kedua, menentukan jenis/ bentuk pertanyaan yang akan digunakan, misalnya apakah berbentuk pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup. Pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban (ceklis) atau barangkali pertanyaan yang hanya meminta satu jawaban tunggal (bentuk pilihan ganda). Atau bahkan pertanyaan dengan respon jawaban dengan ranking (skor bergradasi dari skor terendah hingga skor tertinggi untuk pilihan jawaban tertentu). 
3.         Mendesain layout angket
               Kegiatan ketiga, mendesain atau menentukan layout bagaimana pertanyaan disajikan, dan bagaimana layout keseluruhan angket secara utuh. Usahakan membuat desain yang menarik dari segi visual (tampilan), mudah dipahami, dan tidak menyulitkan responden untuk memberikan data (misalnya memberikan ruang yang cukup untuk menuliskan jawaban yang diminta).


E.        Keuntungan Menggunakan Angket
            Angket sebagai alat pengumpul data mempunyai beberapa keuntungan. Menurut Suharsimi Arikunto keuntungan menggunakan angket antara lain:
1.                  Tidak memerlukan hadirnya peneliti
2.                  Dapat diberikan secara serempak kepada banyak responden
3.                  Dijawab oleh responden menurut kecepatan masing-masing dan menurut waktu senggang responden
4.                  Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur, dan tidak malu-malu menjawab
5.                  Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi.
F.         Tips dalam Membuat Angket
Peneliti harus memahami konsep, kajian, atau isi dari masalah yang diteliti. Hal tersebut dapat diperoleh melalui pemahaman secara mendalam dari kajian teori yang dikemukakan dan disimpulkan atas pendapat sendiri.
1.                  Penjabaran variabel kedalam indikator harus sedetail mungkin. Semakin banyak semakin baik karena semakin banyak indikator, memungkinkan kita lebih teliti dalam menilai hasil penelitian.
2.         Tentukan skala pengukuran yang akan dipakai, harus sesuai dengan konteks yang kita ukur dan teknik analisis yang digunakan.
3.         Uji validitas dan uji reliabilitas perlu dilakukan, ini sebagai bentuk penilaian bagaimana kita membuat bahas pertanyaan/pernyataan, bagaimana kita membuat jawaban, dan apakah indikator tersebut sudah sesuai dengan apa yang akan di ukur.
4.         Membuat pertanyaan atau pernyataan, semakin banyak semakin baik.
5.         Pertanyaan atau pernyataan merupakan “ungkapan/pertanyaan lisan kita yang kita tulis. sehingga responden seolah-oleh sedang dihadapan kita.
6.         Memakai bahasa yang halus, sopan dan mudah dimengerti.
7.         Membuat kata pengantar untuk angket, mencantumkan instansi pendidikan peneliti.
8.         Perbanyak angket lebih dari sampel, hal ini untuk mengantisipasi angket yang tidak kembali.
G         Contoh Angket
PERANAN KEDISIPLINAN GURU DALAM MENINGKATKAN
EFEKTIVITAS BELAJAR SISWA
I.            KETERANGAN ANGKET
1.        Angket ini dimaksudkan untuk memperoleh data objektif dari siswa dalam penyusunan skripsi.
2.        Dengan mengisi angket ini, berarti telah ikut serta membantu kami dalam penyelesaian studi.
II.          PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
1.        Sebelum anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan, terlebih dahulu isi daftar identitas yang telah disediakan.
2.        Bacalah dengan baik setiap pertanyaan, kemudian beri tanda silang (√) pada jawaban yang dianggap paling tepat.
3.    Isilah angket ini dengan jujur serta penuh ketelitian sehingga semua soal dapat dijawab. Dan sebelumnya tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuannya.
III.   IDENTITAS SISWA
1.      Nama                   :
2.      Umur                   :
3.      Jenis kelamin       :
4.      Hari/Tgl               :
IV.   DAFTAR PERTANYAAN
1.      Bagaimana menurut anda tentang peranan kedisiplinan guru dalam meningkatkan efektivitas belajar di sekolah ini?
1.      Sangat baik                                c.   Kurang baik
2.      Baik                                           d.   Tidak baik
2.      Bagaimana menurut anda tentang metode pembelajaran dalam meningkatkan kedisiplinan di seklah ini?
1.      Sangat baik                                            c.   Baik
2.      Cukup baik                                            d.   Kurang baik
3.      Bagaimana menurut anda mengenai langkah-langkah dalam peningkatan kedisiplinan di sekolah ini?
a.   Sangat baik                 c.   Baik
b.   Cukup baik                  d.   Kurang baik
4.      Apakah sarana dan prasarana cukup memadai di sekolah ini?
a.   Sangat memadai          c.   Memadai
b.   Cukup memadai          d.   Kurang memadai
5.      Bagaimana menurut anda tentang kemampuan guru dalam mengajar di sekolah ini?
a.   Sangat baik                 c.   Baik
b.   Cukup baik                  d.   Kurang baik
6.      Apakah menurut anda kedisiplinan belajar sudah diterapkan di sekolah ini?
a.   Sudah diterapkan        c.   Kurang diterapkan
b.   Cukup diterapkan       d.   Tidak diterapkan
7.      Apakah efektivitas belajar menurut anda sudah berjalan dengan sempurna di sekolah ini?
a.   Sudah sempurna          c.   Kurang sempurna
b.   Cukup sempurna         d.   Tidak sempurna
8.      Apakah tingkat kedisiplinan guru menurut anda dalam mengajar sudah memenuhi target di sekolah ini?
a.   Sangat memenuhi        c.   Kurang memenuhi
b.   Cukup memenuhi        d.   Tidak memenuhi
9.  Apakah menurut anda kepemimpinan guru dalam mendidik sudah baik di sekolah ini?
a.   Sangat baik                 c.   Kurang baik
b.  Cukup baik                  d.   Tidak baik
10.  Bagaimana menurut anda tentang penguasaan materi pembelajaran bagi guru di sekolah ini?
a.   Sangat menguasai       c.   Kurang menguasai
b.   Cukup menguasai        d.   Tidak menguasai
11.  Bagaimana menurut anda tentang kualitas kedisiplinan dalam belajar di sekolah ini?
a.   Sangat berkualitas       c.   Kurang berkualitas
b.   Cukup berkualitas       d.   Tidak berkualitas
12.  Apakah menurut anda media yang digunakan dalam mengajar sudah sesuai di sekolah ini?
a.   Sangat sesuai               c.   Kurang sesuai
b.   Cukup sesuai               d.   Tidak sesuai
13.  Apakah menurut anda kedisiplinan sangat menunjang terhadap pembelajaran di sekolah ini?
a.   Sangat menunjang       c.   Kurang menunjang
b.   Cukup menunjang       d.   Tidak menunjang
14.  Bagaimana menurut anda tentang pengaruh kedisiplinan guru terhadap efektivitas belajar di sekolah ini?
a.   Sangat berpengaruh    c.   Kurang berpengaruh
b.   Cukup berpengaruh     d.   Tidak berpengaruh
15.  Apakah tekhnik guru dalam mengajar menurut anda sudah baik di sekolah ini?
a.   Sangat baik                 c.   Kurang baik
b.   Cukup baik                  d.   Tidak baik
16.  Apakah menurut anda efektivitas belajar sudah memenuhi target yang ditentukan di sekolah ini?
a.   Sangat memenuhi        c.   Kurang memenuhi
b.   Cukup memenuhi        d.   Tidak memenuhi







BAB III
PENUTUP
A.        Kesimpulan
            Dengan melihat uraian yang telah di paparkan di bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa metode angket merupakan metode yang praktis dan dan dapat membantu kelancaran dalam melakukan penelitian.
B.        Saran
            Peneliti seharusnya dapat menentukan metode yang praktis dan menunjang untuk kelancaran penelitiannya. Metode angket dapat menjadi salah satu alternatif unutk membantu kelancaran pengadaan penelitian karena sfatnya yang praktis dan dapat menjangkau lebih banyak responden.